Kamis, 20 Juni 2013

The Suffer of Grass


·       Rumput. Hidupnya itu selalu dan untuk selamanya dibawah bersama tanah. Jika  tanah kering, sang rumputpun mengalami kekeringan mungkin saja mati. Jika tanah subur, sang rumputpun begitu. Mereka merupakan 1pasangan setia. Akan tetapi kesetiaan itu akan ternodai apabila sang rumput  mati karna terinjak oleh yg lebih besar darinya. Pada saat itu, tanah tak mungkin ikut mati karna bukan kodratnya mati dipijak. Kematian tanah selalu ditahan oleh sang rumput. Disaat sang rumput mati meninggalakan tanah, tanah yang subur akan menemukan pengganti sang rumput dengan menumbuhkan rumput yang sama. Egois, kejam, ya tanah memang egois dan kejam. Tanah tak pernah berfikir panjang untuk menumbuhkan pengganti sang rumput. Kufikir, kaulah tanah itu. Yang terlalu egois dan kejam menggantikanku dengan yang lain. Aku yang mati terinjak oleh kebencian dihatimu. Aku yang rela mati karna melindungimu dari pijakan itu. Tapi... bagaimana denganmu? Akulah rumput yang mati sia-sia dihidupmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar