Minggu, 01 Desember 2019

Sayangku, ini untukmu

Hai sayang,
Cintaku yang hilang dulu telah ku gapai kembali
Kau datang disaat aku benar-benar membutuhkanmu
Disaat hati ini remuk, terbakar, dan terbawa angin bersama debu, kau kembali dengan seluruh kesempurnaan dari-Nya

Sempat ragu untuk menerimamu, mengingat luka yang lalu masih jelas terasa pahit
Sempat untuk menolak kehadiranmu, walau ia hadir di waktu yang tepat, walau dengan kesempurnaan bersamamu
Dan pada akhirnya kita mulai kisah ini, sebuah perjalanan yang mungkin akan menjadi panjang


Begitu manis yang ku ingat tentang perasaan ini
Begitu indah yang ku ingat tentang semua perlakuanmu, ucapanmu, sentuhanmu, dan tatapanmu atasku
Semua begitu sempurna, sangat begitu sempurna, manusia sempurna manapun akan terbuai olehnya

Perjalanan yang begitu manis sayang, kita mainkan bersama
Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan, tahun, semua kita lalui
Perjalanan kemanapun tentu saja tak mudah, bukan begitu sayang?
Banyak cobaan, lika-liku, kerikil, lubang yang kita lalui
Aku dan kau sama-sama memiliki api yang sangat besar, dimana akan membakar semua perasaan yang kita miliki

Bagiku, api yang kau berikan padaku sudah membakar seluruhnya yang kumiliki untukmu
Tapi sayang, kau harus tau, semua yang sudah kau bakar, aku akan membangunnya lagi seperti sedia kala, tidak ada satu titik pun yang akan terlewati olehku
Semua yang kumiliki untukmu telah ku perbaiki dengan apik, sehingga kau pun nyaman berada didekatku
Namun,
Bagimu, api yang ku berikan padamu benar menghanguskan semuanya yg kau dan aku miliki
Benar, benar-benar menghanguskan semuanya, sampai pada akhirnya... 
Kau tak berniat untuk memperbaikinya, membiarkannya rusak begitu saja, dan berjalan denganku dengan segala ketidaknyamanan akibat dari api yang ku berikan

Hingga sampai di titik ini, 4 tahun lebih aku mencurahkan seluruhnya yang ku miliki padamu, tanpa cacat dan perbedaan yang nihil
Namun dirimu ?
Kau membiarkan cacat yang ku sebabkan, tak ingin memberikan kenyamanan lagi
Dimana 2 tahun kebelakang, aku merangkul dan menggantungkan diriku pada orang asing yang ku sayangi dengan perasaan yang masih sama pada 4 tahun sebelum semuanya kita mulai

Aku selalu memilih untuk tetap merangkulmu, terkasihku
Aku selalu memilih untuk tetap bertahan pada orang yang bahkan tidak aku kenali lagi
Ujung rambutmu hingga ujung kakimu masih ku kenal dengan jelas
Tapi,
Sesuatu yang kau miliki didalam hatimu tak ku kenali lagi
Semua yang kau lakukan padaku, aku terima, aku selalu menerimanya dengan lapang dada
Perubahan, perbedaan, keasingan yang ku terima, aku ikhlas karna semua terjadi karna kesalahanku padamu

Aku sadar, aku ingat, kau pernah tersakiti oleh ku
Tapi apakah kau ingat aku juga pernah kau sakiti?
Lihat aku sebentar saja sayang, aku juga pernah merasakan hal yang kau rasakan
Besarnya, jumlahnya, bahkan pedihnya mungkin lebih dari yang kau terima
Lihat aku, apakah kau berjalan dengan orang asing?
Apakah kau menggenggam tangan orang yang bukan kau ikat 4 tahun lalu? 
Apakah perasaan yang ku berikan tidaklah sama?
APAKAH AKU BERBEDA, SAYANG?

Tidak sayang, aku tidak berbeda
Demi semua tawa dan tangis yang pernah kualami bersamamu, aku tak pernah berniat untuk berubah
Demi Tuhan, perasaan ini masih sama, masih sangat mencintaimu 
Masih sangat mencintaimu walaupun kau membakar habis cintaku
Masih sangat mencintaimu walaupun kau perlakukan aku dengan hina
Jika aku tidak melalukan semua keburukan ini, mengapa kau lakukan semua keburukan ini sayang?
Apakah aku tidak didalam hatimu lagi?
Ataukah kau menunggu waktu untuk berhenti bergandengan denganku?
Jelaskan sayang, aku ingin tau bagaimana perasaanmu
Aku bukan peramal yang memiliki bola kristal nan indah, dengan begitu mudah bisa memahami perasaanmu

Selasa, 23 Juni 2015

beast inside

Tidak ada alasan untuk berhenti belajar, bukan begitu?
Seperti itulah yang sedang ku lakukan
Kamu tidak akan mengerti bagaimana kerasnya usahaku untuk mengubah ini, sayang
I’m trying babe, I’m keep trying
Tapi selalu saja entah belum berhasil atau memang tidak akan berhasil
Kamu tidak akan mengerti apa yang ada didalamku, sayang
Percayalah aku mencoba dengan sangat untuk merubahnya, menghapusnya
Jauh dari mengenalmupun aku sudah melakukannya. Sekarang, aku melakukannya untukmu
Aku tau yang kumiliki adalah buruk. Bukan hanya kamu, semua orang mencoba untuk membantuku menghilangkannya

Dan apa yang terjadi?
Aku memaksakan diri untuk menghilangkannya
Aku menahan diriku untuk tak melakukannya, dan itu sangat janggal
Aku menjadi bukan diriku saat berusaha menutupinya
Dan pada akhirnya, aku kembali. Kembali dengan sesuatu yg buruk itu
Kamu harus tau, semua ini terjadi begitu saja
Aku hanya berharap agar orang yang sangat kusayangi dapat memahamiku
Mengerti bagaimana aku, menerima kurangku
Dan takkan memaksaku untuk menjadi seperti orang lain
Inilah aku, beginilah aku
Aku takkan memaksamu menerima keadaanku yang selalu membuatmu tersiksa karnanya
Aku membiarkanmu pergi jika kamu mau, jika kamu sudah tak sanggup denganku dengan kekuranganku
Aku tetap bersamamu, kita tetap bersama jika kamu memilih untuk mengerti ku dan mencoba untuk menerima kekuranganku
Kamu tidak bisa membuatku, memaksaku untuk menjadi sempurna
Bukankah tidak ada satu orangpun yang sempurna didunia ini?
Jika kamu melakukan itu, kamu memaksaku untuk tidak jadi diriku sendiri
Kamu tak mencintaiku dengan apa adanya diriku
Jika kamu menginginkan orang tanpa kekurangan, aku minta maaf
Itu bukan aku, aku bukan  manusia tanpa kekurangan
Sungguh, aku tak ingin kamu pergi, tapi kita tidak terikat. Pergilah jika kamu mau, pergilah jika bukan aku orangnya
Semua bergantung padamu, sayang

Aku tidak akan memaksamu untuk bertahan dengan kekuranganku
Biarkanlah aku sendiri yang mencoba menghapusnya
Kamu tidak usah repot untuk membantuku, kamu terlalu baik

Kamis, 16 April 2015

ending

Perpisahanpun tak terhindarkan, hari yang paling ku takuti telah lewat
Semua telah berubah. Bukan berarti kita kembali di saat bukan apa-apa
Kita berada di fase dimana kita, semua adalah asing
Sudah berbulan-bulan dari berakhirnya kita, berbulan-bulan dari tragedi itu
Bahkan kamu tidak bisa untuk melupakannya dan bersikap biasa saja padaku
Sebegitu bencikah kamu padaku?
Sebegitu hinanya aku sampai kamu harus menjauhiku?
Sebegitu menyesalkah kamu sempat mengenalku? Sampai -sampai kamu tidak lagi melihatku, tidak lagi menyapaku
Kemarin adalah hari terakhirku melihatmu, setelahnya aku akan menutup mata dan menjalani semua tanpamu, apapun itu tentangmu

Aku benar-benar kehilanganmu
Aku masih saja menangis pilu saat menulis tentangmu. Mungkin kamu berfikir ini berlebihan. Tapi inilah satu-satunya cara aku meluapkan betapa rindunya aku padamu
Karnamu aku tahu apa artinya sakit, cemburu, cinta, bahagia, sedih, kehilangan
Banyak pelajaran yang ku dapat darimu
Karnamu juga, hatiku beku, bertekad untuk tak membukanya sampai ada yg bisa mencairkannya
Belum ada yang bisa menggantikanmu, kkiii. Kalaupun ada, dia adalah korban dari kejahatan yang kulakukan.
Aku rindu kamu
Aku mau peluk kamu
Aku mau ditatap kamu
Betapa perihnya ketika kenangan kita terbayang melintas di pikiranku
Bagaimana aku tertawa karnamu, bagaimana aku bete karnamu, bagaimana aku menangis karnamu
Semua masih terekam jelas
Bagaimana kita bertengkar hebat kemarin itu, bagaimana sikap dinginmu padaku karna tragedi itu, bagaimana kerasnya bahumu menabrak lenganku
Semuanya menyakitkan , sangat menyakitkan

Takkan ada yang mengerti mengapa aku begitu kehilangan kamu
Semua bertanya padaku, dimana kamu? Mengapa kamu lama tak terlihat? Mengapa kita tak tampak bersama lagi?
Mereka tak mengerti apa yang terjadi. Mereka tidak akan pernah tau apa yang telah terjadi.
Dimana kamu? Kamu sedang menghindariku
Mengapa kamu lama tak terlihat? Karna kamu sibuk dengan gadismu
Mengapa kita tak tampak bersama lagi? Karna kamu membenciku dan tak ingin bertemu denganku lagi
Ya Tuhan... Kau-lah yang membuat semua terjadi. Kau yang mempertemukan kami, Kau yang memisahkan kami. Waktu pertemuan dan perpisah kami tidak tepat Tuhan...
Meskipun begitu, aku bersyukur Kau tlah mengenalkan aku dengannya, lelaki hebat yang bisa menyayangiku meski aku tidak tau apakah dia menyayangiku, lelaki hebat yang bisa membuatku sehancur ini.
Terima kasih ya Allah Kau telah mengembalikan dia dengan wanita itu
Terima kasih Kau telah membuat wanita itu kembali mempercayayi dan menyayangi dia lagi
Aku tak menyesal dengan apapun yang telah Kau berikan


Kkii, makasih buat semuanya. Aku sayang kamu, sampai waktu mengikis habis rasa itu. Aku bahagia kita dipertemukan, aku bahagia kita di pisahkan. Inilah jalannya bagaimana kamu bisa mengingkari janji itu. Aku kangen kamu

Jumat, 10 April 2015

kenang-an

Semakin hari, bukannya menghilang, malah semakin kuat
Kenangan tentangmu bergilir lalu-lalang di depanku
Desah suaramu masih terdengar jelas
Tatapan tegas matamu masih terlihat nyata
Ruang dimana kita berdua, masih kurasakan kehadiranmu
Entahlah mengapa bisa sesulit ini
Mataku masih bisa berair begitu saja saat melihatmu
Aku sudah mencoba begitu keras melawan kenangan itu, melupakannya, mengabaikannya
Setelah berhasil, mereka kembali satu persatu

Pagi hari kamu datang, duduk didepanku dengan earphone yang masih menggantung di telingamu, kemudian mencampakkan jaketmu padaku. Satu harian aku selalu membawa jaketmu, menidurinya, sampai-sampai aku menghapal jelas bagaimana aroma tubuhmu
Tiada hari yang kita lewati tanpa saling bicara, adanya pertengkaran bodoh, kamu yang sering kali menggodaku
Siangnya, kamu selalu keluar kelas pergi ke kantin membeli sebungkus nasi dan membawanya ke kelas makan bersama temanmu
Sering kali aku berteriak 'PW!' pada teman sebangkumu agar ia mau bertukar duduk denganku, kemudian aku akan duduk disebelahmu
Sepulang sekolah, kita masih bertemu di tempat les. Kita tidak terpisahkan
Duduk bersebelahan di barisan paling belakang, fokusku selalu hilang karna terus kamu jahilin
Terkadang aku sampai marah denganmu karna tak ada hentinya membuat aku menghapus catatanku, yang pada akhirnya kamu diam, dan kehilangan mood
Pagi hingga petang kita terus bersama-sama
Hingga malam datang, sepulang les aku pulang bersamamu
Aku masih mengingat jelas bagaimana cara kamu meletakkan tasmu dimotormu,  bentuk bahumu dari belakang, bagaimana cara kamu bicara di balik helm itu, cara kamu membujukku kalau aku kesal degan ucapanmu
Aku sangat hapal jalan yang kita lewati tiap harinya, jalan yang selalu kuharapkan menjadi lebih panjang dan jauh
Aku ingat bagaimana kamu memberhentikanku di simpang, kemudian kamu mengambil tasmu dan kembali memakainnya, tatapan mata di balik kacamata itu, suara samar 'pulang ya'
Setelah kepergianmu, aku menunggu kabarmu selama 15-20 menit. Sms yang selalu ku tunggu, yang selalu di mulai dengan  'heeii' dan juga diakhiri dengan 'babaayy blablablaa---'
Sering juga aku merengek memintamu bernyanyi saat aku ingin tidur. Kamu memenuhinya, aku mendengar dengan jelas suara kantukmu bernyanyi disana dan merasakan tetes air mataku yang selalu jatuh saat momen itu

Itu hanya segelintir dari kegiatan yang kita lakukan
Aku berharap kamu akan mengirimkanku sms
Berharap kamu sudi untuk bernyanyi untukku lagi
Berharap kamu menatap mataku seperti dulu
Berharap kamu akan membuat hidungku seperti hidung babi dan berkata 'muka babiii'
Berharap dibelikan oreo vanila tiap kali aku menang taruhan konyol kita
Berharap melihat bagaimana kamu badmood, bagaimana kamu memainkan hpmu saat bosan
Aku hanya berharap, tidak merindukan.
Tidak akan lagi aku disebelahmu, aku di depanmu
Aku harus hidup ada atau tidak adanya kamu
Tidak apapa, itu hanya kenangan, tak akan terulang
Kita adalah kesalahan yang paling fatal
Aku menyesalinya

Kamis, 12 Februari 2015

miss

mungkin memang benar
aku melakukan kesalahan yang sangat menyakitkan
aku mengatakan hal yang bukan pada waktunya
aku menyesal, sangat menyesalinya
bagaimana bisa aku memintamu pergi? disaat kita masih berhadap-hadapan
bagaimana bisa aku memintamu tinggalkanku? jika tiap harinya aku masih melihatmu didepanku
bagaimana bisa aku bertahan? disaat aku memintamu tinggalkanku tapi aku kehilanganmu

kesempatan kedua, apakah semua orang memilikinya?
bagaimana denganku? apakah aku berhak memilikinya?
aku ini egois bukan? maaf, aku benar-benar minta maaf
mungkin kau merasa ku permainkan
tapi percayalah, saat itu aku lepas kendali, aku tidak bisa menahannya lagi, aku sangat-sangat menyesal
bisakah kau membaca kalimat itu baik-baik?
aku tidak bisa melakukannya
tidak saat aku masih bisa melihatmu
semua tanpamu, sangat berbeda. aku benci itu
aku rindu pesan singkatmu
aku rindu suara kantukmu bernyanyi
aku rindu tatapanmu
aku rindu
aku rindu semua, sangat merindukannya

jika ada yang harus ku katakan, aku akan mengatakan
"aku minta maaf, aku benar-benar sangat menyesal. tak bisakah aku meminta kesempatan keduaku? tak bisakah kita kembali? aku tau tak mudah untuk memaafkanku karna kebodohanku yang lalu. tapi aku tidak bisa begini. terus berada di dekatmu namun merasa sangat jauh. terus menatapmu, namun aku menangis. terus besikap biasa saja namun meringis pedih. aku sangat membutuhkanmu. aku membayangkan perpisahan kita yang indah kelak jika kita benar-benar harus berpisah. namun semua seperti hanyut begitu saja.
tak bisakah aku memintamu kembali? paling tidak sampai aku benar-benar tak melihatmu lagi di hari -hariku.
aku rela jika harus sakit, terjatuh, ditinggalkan atas kalian, di nomor duakan. aku rela melakukannya"

aku mengerti jika kamu tidak mau menuruti permohonanku kali ini.
yang kulakukan kemarin sangatlah fatal,
kamu tak tau bukan? betapa menyakitkannya ini, betapa menyesalnya aku?

iin rindu kamu, iin butuh kamu, please come back, don't leave me

Minggu, 01 Februari 2015

tamat (atau bersambung?)

Selepas kau pergi
Tinggalah disini ku sendiri
Ku merasakan sesuatu yang tlah hilang di dalam hidupku
Dalam lubuk hatimu
Kuyakin kaupun sebenarnya tak inginkan lepas dariku
Taukah kau kini kuterluka

Bantu aku membencimu
Ku terlalu mencintaimu
Dirimu begitu bertarti untukku

Kau telah mencinta dan dicintai kekasihmu
Ini tak adil bagiku, hilanglah damba tinggallah hampa - (laluna – selepas kau pergi)

Kau sempat ucapkan pisah, saat kau beranjak pergi
Tapi perasaanku tak berpaling darimu
Kau ucapkan jangan pergi, saat ku datang kembali
Tapi luka ini tlah membeku tak mencair

Taukah kamu semalam tadi aku menangis
Mengingatmu, mengenangmu
Mungkin hatiku terluka dalam
Atau selalu terukiran kenangan kita - (audy – menangis semalam)

Selesai
Akhirnya aku berada di batasnya
Terlalu banyak yang ku pendam tanpa seorangpun tau
Terlalu banyak perih hati yang takkan ada yang tau apa rasanya
Terlalu bosan untuk menangisimu karna kebohohanku masih bertahan padamu
Aku akhiri semua, kita lupakan janji itu
Seharusnya bukan hari ini, ataupun besok atau kapanpun. Seharusnya hari ini tak pernah ada
Seharusnya aku tak perlu meminta hal yang paling aku tahankan
Lepaskan daripada memaksakan
Ikhlaskan daripada menyakitkan
Relakan daripada harus berjuang sendirian

Kita sudah menunjukkan pada mereka kita bisa bertahan meskipun mereka menghadang kita dulu
Kita melewati bersama-sama tembok yang mereka buat untuk kita
Kita mendengar caci-maki mereka dan bersama-sama untuk tak mendengarnya lagi
Kamu alasanku untuk kuat saat semua orang menyerang kita
Kamu alasanku untuk tetap mempertahankan kita
Tapi sekarang seolah-olah aku melupakan perjuangan kita untuk menyelesaikan itu semua
Sekarang seperti kita belum melakukan apapun, sampai-sampai dengan semudah itu aku meminta kamu pergi, tinggalkan aku
Sekarang seperti tiada kenangan yang pantas untuk ku kenang setelah kamu pergi
Kita punya kenangan bukan? Haha indah

Makasih untuk kasih sayangmu selama ini, untuk waktumu, kesabaranmu, perhatianmu, kebaikanmu, nasihatmu, beberapa kali dinyanyikan lagu kesukaanku, untuk tetap ada untukku, untuk selalu menemaniku, untuk tingkahmu yg buat aku bete, kejailanmu yang buat aku kesal, candaanmu yang buat aku ketawa , kepergian kalian yang buat aku nangis, untuk kata maafmu karna hal sepele, untuk semua yang kamu kasih ke aku baik itu senang atau susah, baik atau buruk, bahagia atau sedih.

Aku bahagia atas kalian. Kalian serasi, dan seharusnya tak pernah ada orang ketiga di antara kalian. Seharusnya aku tak harus mencuri perhatianmu darinya. Seharusnya aku tak perlu mecurimu darinya. Aku pantas untuk merasa sesakit ini, karna aku jahat telah menyakiti dia meskipun dia tidak mengetahuinya. Jangan perdulikan air mataku malam ini atau untuk seterusnya. Air mataku esok bukan karnamu, tapi karna kebodohanku melepasmu pergi. Iin sayang kamu
No more kisses
No more hugs
No more say heii or babaaayy
No more “I’m sorry”
No more stupid fights

There is no more us

Betapa ku mengerti sbagai selingkuhanmu, ku harus menjalani ikatan yang tersembunyi
Ku mencoba bertahan meskipun menyakitkan tak menyisakan sebuah sesal dihatiku
Selama aku bisa membuatmu bahagia, berpaling ku tak mungkin singgah di hati yang lain
Sebatas harapanku mohon perngertianmu bahwa ku ingin memilikimu seutuhnya

Seiring berlalu bergulirnya waktu membuka rahasia diantara kita
Pastinya kan ada hati yang terluka tak menerima semua keadaan yg ada
Mungkin ku relakan untuk kau tinggalkan diriku disini harus mengakhiri
Aku yang merasa lelah kan menyerah karna tak selamanya selingkuh itu indah - (merpati band – tak selamanya selingkuh itu indah)

Rabu, 17 Desember 2014

Akhir



Sudah waktunya
Aku harus sadar jika aku tak pernah bahagia bersamamu
Yang ku dapat bersamamu hanyalah kesakitan
Kesakitan yang selama ini tertutupi oleh kebahagian semu
Kesakitan yang selama ini kucoba untuk tak merasakan kehadirannya
Kesakitan yang selama ini aku tahan dengan berkata aku gapapa, aku bisa, aku baik-baik saja
Kesakitan yang selama ini aku sembunyikan darimu, dari dunia

Dulu aku terlalu takut untuk sadar bahwa kita tak sepantasnya ada
Kalian yang dulu adalah sangat bahagia
Kalian adalah sesuatu yang paling indah
Kalian adalah hal yang seharusnya tak kusetuh, tak kucoba untuk kurusak
Kalian terlalu suci untuk ku campuri
Aku mencoba bertahan diantara kalian, mencoba untuk tetap tersenyum dibalik topeng saat kalian bersama. Tapi apa? Hasilnya nihil. Tiap kamu pergi dengannya, aku mencoba cari alasan untuk marah agar aku tak terlihat begitu rapuh ketika kamu tinggal pergi. Saat kamu kembali, aku harus tampak bahagia karna kamu baru saja berbahagia dan aku tak mau merusaknya.

Jujur saja, satu hal yang tidak mau kulihat darimu adalah air mata kamu. Entah mengapa, melihatnya jatuh kemarin, seolah-olah mengoyakkan rongga dada ini. Kamu menangis karnanya untuknya didepanku saat bersamaku. Aku berusaha tegar untuk buat kamu tegar. Tapi apa kamu tau? Seberapa lebar koyakan itu?
Tak perlu di ukur, koyakan itu sudah cukup sembuh dan siap untuk kembali terkoyak.

Tiap kali kalian pergi. Aku tersenyum, tertawa, bahagia karna pasti kamu bahagia. Kebahagiaan yang pastinya tak kamu dapati jika bersamaku. Bangkaiku harus kamu sembunyikan agar dia tak mencium kehadiranku. Aku harus ditinggalkan saat kalian bersama. Jujur aku membenci itu. Tapi aku bahagia kalau kamu bahagia meskipun bersamanya, sederhana saja.

Aku selalu menahanmu agar tak meninggalkanku. Aku membuat kesepakatan bodoh dimana aku memintamu untuk tak meninggalkanku, dan kamu menjanjikan hal itu, kamu berjanji tidak akan meninggalkanku apapun yang terjadi. Kamu terpaksa harus terjebak didalam janji itu, aku tau itu.
Aku pernah mengikhlaskan kamu pergi meninggalkanku dan memintamu untuk melupakan janji itu. Tapi apa? Kamu mengucapkan janjimu itu, memegang teguh tak akan mengingkarinya.
Aku salah telah membuat kamu harus menjanjikan hal yang tidak kamu sukai. Padahal, seharusnya kamu meninggalkanku, dan sepenuhnya bersama dia.
Kamu tidak akan berhasil untuk menjaga perasaanku dengan membagi perhatianmu.
Aku juga tak akan berhasil bertahan jika tiap kita bersama selalu ada dia

Disinilah aku menyerah
Aku mencari kesalahanmu, sekecil apapun itu harus kupermasalahkan agar aku marah padamu
Aku memperbesar masalah kecil menjadi sebesar-besarnya sampai kita bertengkar
Aku menjadi bukan diriku, menjadi pura-pura tak perduli agar kamu juga begitu dan perlahan menjauh
Aku membuat batas antara kita dengan memberimu tantangan bodoh untuk tidak menemuiku
Semua itu kulakukan agar kita jauh, agar kamu mengingkari janji itu, agar kamu benci denganku, agar kamu bosan menghadapiku yg selalu marah selalu bertingkah keanakan, agar tiada lagi kata 'kita' untuk kedepannya
Meskipun air mataku selalu jatuh saat marah denganmu
Meskipun dadaku sesak saat aku pura-pura tak perduli denganmu
Meskipun semua yang kulakukan itu membuatku tersiksa, aku tidak apa asalkan aku mampu hidup tanpamu, kamu bisa sepenuhnya bersama dia dan kamu dengannya kembali bahagia.
Doaku agar kalian bahagia dan tak ada lagi  aku yang selalu menjadi angin lalu diantara kalian.