Mereka tahu kau itu bukan seorang pangeran di negri dongeng yang
mendapatkan semua hal yang kau mau.
Mereka tahu kau bukan seorang raja yang dapat berkuasa atas
segala hal.
Mereka tahu you're not a superhero yang selalu datang
menyelamatkan dunia.
Tapi mereka tak tahu jika kau bersama ku, aku bisa menjadikan
semua yang mereka tahu~
Semua itu takkan terjadi. Meskipun aku ada disini bertahan untuk
membuat itu terjadi. Kau masih menyimpan rapi kunci hatimu yang telah kau tutup
rapat. Bukan tak ada yang berusaha membukanya, banyak.. Sangat banyak yang
berusaha keras untuk itu, hatimu. Tetapi semua percuma. Entah keajaiban apa
yang mampu membuka itu. Tak ada satu orangpun yang tau jenis apa keajaiban itu.
Mereka melihatmu bahagia, hidupmu sempurna. Tetapi mereka tak
tahu apa yang kau rasakan. Disana, kau tampak dihantui oleh kesepian yang tak
kunjung musnah. Lama sekali hantu itu menetap di jiwamu. Dan sama seperti
dengan hatimu, tak pernah ada orang yang bisa menyembuhkan jiwamu.
Aku mengerti aku bukan ibu peri yang datang penuh dengan
keajaiban. Memutar-mutar tongkatnya dan crriingg... tongkat itu mengeluarkan
butir-butir kilauan dan pemintaanmu terkabulkan. Bukan, itu bukan aku. Tapi aku
hanya seseorang yang sedang mencoba untukku menjadi malaikat yang selalu
menjagamu, menemanimu, bahkan membawa berjuta-juta warna kebahagiaan untukmu.
Ya, aku disini untukmu. Seorang malaikat yang menunggu penuh arti atas
kesadaranmu bahwa 'aku disini!! Lihat dan anggap aku!'
Aku penat. Kepenatan yang selama ini ku pendam telah meluap dari
wadahnya. Selalu menunggumu tanpa pernah kau menganggapku ada adalah satu
alasan yang membuat wadah itu penuh dengan kejenuhan tak beralasan. Entah karna
aku yang terlalu bodoh, atau memang aku ditakdirkan hanya menjadi malaikatmu
bukan kekasihmu. Hati itu, hati yang selama ini aku nantikan akan menerima
keberadaanku, hati yang selama ini membeku, selama ini terkunci, perlahan terbuka sedikit demi sedikit
begitupun dengan jiwamu yang mulai membaik. Bukan aku orangnya, aku hanya orang
yg menunggumu. Dialah orang yang beruntung telah memenangkan hatimu.
Tetapi aku adalah malaikat. Bagaimana bisa aku meninggalkan kau
dalam keadaan terpuruk di setiap waktu. Tidak, aku telah berjanji untuk tak
meninggalkanmu. Walaupun hanya kepedihan yang ku dapat, tetapi aku bersyukur
telah dapat membuatmu menemukan sebagian kecil dari kebahagianmu. Dan aku,
selalu menjadi malaikatmu. Meskipun kau selalu tak menganggapku ada.
--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar