Hai sayang,
Cintaku yang hilang dulu telah ku gapai kembali
Kau datang disaat aku benar-benar membutuhkanmu
Disaat hati ini remuk, terbakar, dan terbawa angin bersama debu, kau kembali dengan seluruh kesempurnaan dari-Nya
Sempat ragu untuk menerimamu, mengingat luka yang lalu masih jelas terasa pahit
Sempat untuk menolak kehadiranmu, walau ia hadir di waktu yang tepat, walau dengan kesempurnaan bersamamu
Dan pada akhirnya kita mulai kisah ini, sebuah perjalanan yang mungkin akan menjadi panjang
Cintaku yang hilang dulu telah ku gapai kembali
Kau datang disaat aku benar-benar membutuhkanmu
Disaat hati ini remuk, terbakar, dan terbawa angin bersama debu, kau kembali dengan seluruh kesempurnaan dari-Nya
Sempat ragu untuk menerimamu, mengingat luka yang lalu masih jelas terasa pahit
Sempat untuk menolak kehadiranmu, walau ia hadir di waktu yang tepat, walau dengan kesempurnaan bersamamu
Dan pada akhirnya kita mulai kisah ini, sebuah perjalanan yang mungkin akan menjadi panjang
Begitu manis yang ku ingat tentang perasaan ini
Begitu indah yang ku ingat tentang semua perlakuanmu, ucapanmu, sentuhanmu, dan tatapanmu atasku
Semua begitu sempurna, sangat begitu sempurna, manusia sempurna manapun akan terbuai olehnya
Perjalanan yang begitu manis sayang, kita mainkan bersama
Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan, tahun, semua kita lalui
Perjalanan kemanapun tentu saja tak mudah, bukan begitu sayang?
Banyak cobaan, lika-liku, kerikil, lubang yang kita lalui
Aku dan kau sama-sama memiliki api yang sangat besar, dimana akan membakar semua perasaan yang kita miliki
Bagiku, api yang kau berikan padaku sudah membakar seluruhnya yang kumiliki untukmu
Tapi sayang, kau harus tau, semua yang sudah kau bakar, aku akan membangunnya lagi seperti sedia kala, tidak ada satu titik pun yang akan terlewati olehku
Semua yang kumiliki untukmu telah ku perbaiki dengan apik, sehingga kau pun nyaman berada didekatku
Namun,
Bagimu, api yang ku berikan padamu benar menghanguskan semuanya yg kau dan aku miliki
Benar, benar-benar menghanguskan semuanya, sampai pada akhirnya...
Kau tak berniat untuk memperbaikinya, membiarkannya rusak begitu saja, dan berjalan denganku dengan segala ketidaknyamanan akibat dari api yang ku berikan
Hingga sampai di titik ini, 4 tahun lebih aku mencurahkan seluruhnya yang ku miliki padamu, tanpa cacat dan perbedaan yang nihil
Namun dirimu ?
Kau membiarkan cacat yang ku sebabkan, tak ingin memberikan kenyamanan lagi
Dimana 2 tahun kebelakang, aku merangkul dan menggantungkan diriku pada orang asing yang ku sayangi dengan perasaan yang masih sama pada 4 tahun sebelum semuanya kita mulai
Aku selalu memilih untuk tetap merangkulmu, terkasihku
Aku selalu memilih untuk tetap bertahan pada orang yang bahkan tidak aku kenali lagi
Ujung rambutmu hingga ujung kakimu masih ku kenal dengan jelas
Tapi,
Sesuatu yang kau miliki didalam hatimu tak ku kenali lagi
Semua yang kau lakukan padaku, aku terima, aku selalu menerimanya dengan lapang dada
Perubahan, perbedaan, keasingan yang ku terima, aku ikhlas karna semua terjadi karna kesalahanku padamu
Aku sadar, aku ingat, kau pernah tersakiti oleh ku
Tapi apakah kau ingat aku juga pernah kau sakiti?
Lihat aku sebentar saja sayang, aku juga pernah merasakan hal yang kau rasakan
Besarnya, jumlahnya, bahkan pedihnya mungkin lebih dari yang kau terima
Lihat aku, apakah kau berjalan dengan orang asing?
Apakah kau menggenggam tangan orang yang bukan kau ikat 4 tahun lalu?
Apakah perasaan yang ku berikan tidaklah sama?
APAKAH AKU BERBEDA, SAYANG?
Tidak sayang, aku tidak berbeda
Demi semua tawa dan tangis yang pernah kualami bersamamu, aku tak pernah berniat untuk berubah
Demi Tuhan, perasaan ini masih sama, masih sangat mencintaimu
Masih sangat mencintaimu walaupun kau membakar habis cintaku
Masih sangat mencintaimu walaupun kau perlakukan aku dengan hina
Jika aku tidak melalukan semua keburukan ini, mengapa kau lakukan semua keburukan ini sayang?
Apakah aku tidak didalam hatimu lagi?
Ataukah kau menunggu waktu untuk berhenti bergandengan denganku?
Jelaskan sayang, aku ingin tau bagaimana perasaanmu
Aku bukan peramal yang memiliki bola kristal nan indah, dengan begitu mudah bisa memahami perasaanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar