· Aku mendatangi setangkai bunga dan bertanya
“Apa yang terjadi
jika kau hanya sendirian di dunia ini?”.
Lalu bunga itu
menjawab “Aku akan mati”.
“Lalu, saat ini kau
sendirian. Mengapa kau tak mati?”.
“Aku akan mati jika
aku benar-benar sendirian. Untuk saat ini, aku bertahan karna adanya hujan yang
memberiku air kehidupan. Dan juga matahari dan bulan yang memberiku seberkas sinar harapan. Mereka memang tak terlihat dan tak berada
disampingku selamanya. Namun, jika mereka semua hilang, aku akan mati.”
“Lalu, bagaimana
denganku? Dahulu aku memiliki pot yang menampungku. Tetapi ia sudah tiada. Dan
sekarang aku hanya memiliki hujan, matahari dan juga bulan yang ada, tetapi tak
pernah ada. Mereka tak pernah membantuku untuk bertahan. Mengapa sampai saat
ini aku masih ada di dunia ini? Lalu apa guna mereka ada untukku?”.
“Mungkin saja
mereka akan membantumu saat kau sudah mati. Kau bisa bertahan sampai saat ini
karna besarnya harapan mereka agar kau bertahan. Mereka memang tak berguna
untukmu saat ini, tetapi mereka akan berguna untukmu nanti.”
“Kalau begitu,
lebih baik aku mati saja agar mereka dapat berguna. Itu akan sama sajakan?
Bahkan lebih baik lagi. Lalu, bagaimana jadinya kau jika kau seperti aku? Apa
yang akan terjadi padamu? Apa yang akan kau katakan pada mereka?”
“Jika aku
sepertimu, aku lebih memilih mati dan aku akan mengatakan jangan berharap untukku jika kalian sama sekali tak ada untukku. Semua
itu akan sia-sia jika aku mengakhiri semuanya”
“Tetapi kau harus
bersyukur karna kau tak akan pernah mengalami itu. Karna kau memiliki hujan,
matahari dan bulan yang selalu membuat kau bertahan. Aku percaya mereka takkan
hilang. Dan aku juga percaya, aku akan mengalami apa yang kau katakan tadi.”
“Ya. Dan satu hal
yang dapat kau lakukan sebelum kau mati adalah, katakan pada mereka bahwa kau
membutuhkan mereka. Kau tak harus mengatakan itu sekarang. Tetapi kau dapat mengatakan
itu ketika kau sudah siap untuk menerima kedatangan mereka untuk membantumu.”
“Baiklah.
Terimakasih atas saranmu. Tetapi aku tidak tau berapa lama aku akan siap
menerima mereka, aku lebih memilih menunggu mereka sadar akan tugas mereka
untukku. Walaupun aku harus menunggu mereka sampai aku sudah mati sekalipun.”
“Sungguh mulia”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar