Jumat, 10 April 2015

kenang-an

Semakin hari, bukannya menghilang, malah semakin kuat
Kenangan tentangmu bergilir lalu-lalang di depanku
Desah suaramu masih terdengar jelas
Tatapan tegas matamu masih terlihat nyata
Ruang dimana kita berdua, masih kurasakan kehadiranmu
Entahlah mengapa bisa sesulit ini
Mataku masih bisa berair begitu saja saat melihatmu
Aku sudah mencoba begitu keras melawan kenangan itu, melupakannya, mengabaikannya
Setelah berhasil, mereka kembali satu persatu

Pagi hari kamu datang, duduk didepanku dengan earphone yang masih menggantung di telingamu, kemudian mencampakkan jaketmu padaku. Satu harian aku selalu membawa jaketmu, menidurinya, sampai-sampai aku menghapal jelas bagaimana aroma tubuhmu
Tiada hari yang kita lewati tanpa saling bicara, adanya pertengkaran bodoh, kamu yang sering kali menggodaku
Siangnya, kamu selalu keluar kelas pergi ke kantin membeli sebungkus nasi dan membawanya ke kelas makan bersama temanmu
Sering kali aku berteriak 'PW!' pada teman sebangkumu agar ia mau bertukar duduk denganku, kemudian aku akan duduk disebelahmu
Sepulang sekolah, kita masih bertemu di tempat les. Kita tidak terpisahkan
Duduk bersebelahan di barisan paling belakang, fokusku selalu hilang karna terus kamu jahilin
Terkadang aku sampai marah denganmu karna tak ada hentinya membuat aku menghapus catatanku, yang pada akhirnya kamu diam, dan kehilangan mood
Pagi hingga petang kita terus bersama-sama
Hingga malam datang, sepulang les aku pulang bersamamu
Aku masih mengingat jelas bagaimana cara kamu meletakkan tasmu dimotormu,  bentuk bahumu dari belakang, bagaimana cara kamu bicara di balik helm itu, cara kamu membujukku kalau aku kesal degan ucapanmu
Aku sangat hapal jalan yang kita lewati tiap harinya, jalan yang selalu kuharapkan menjadi lebih panjang dan jauh
Aku ingat bagaimana kamu memberhentikanku di simpang, kemudian kamu mengambil tasmu dan kembali memakainnya, tatapan mata di balik kacamata itu, suara samar 'pulang ya'
Setelah kepergianmu, aku menunggu kabarmu selama 15-20 menit. Sms yang selalu ku tunggu, yang selalu di mulai dengan  'heeii' dan juga diakhiri dengan 'babaayy blablablaa---'
Sering juga aku merengek memintamu bernyanyi saat aku ingin tidur. Kamu memenuhinya, aku mendengar dengan jelas suara kantukmu bernyanyi disana dan merasakan tetes air mataku yang selalu jatuh saat momen itu

Itu hanya segelintir dari kegiatan yang kita lakukan
Aku berharap kamu akan mengirimkanku sms
Berharap kamu sudi untuk bernyanyi untukku lagi
Berharap kamu menatap mataku seperti dulu
Berharap kamu akan membuat hidungku seperti hidung babi dan berkata 'muka babiii'
Berharap dibelikan oreo vanila tiap kali aku menang taruhan konyol kita
Berharap melihat bagaimana kamu badmood, bagaimana kamu memainkan hpmu saat bosan
Aku hanya berharap, tidak merindukan.
Tidak akan lagi aku disebelahmu, aku di depanmu
Aku harus hidup ada atau tidak adanya kamu
Tidak apapa, itu hanya kenangan, tak akan terulang
Kita adalah kesalahan yang paling fatal
Aku menyesalinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar