Semakin hari, bukannya
menghilang, malah semakin kuat
Kenangan tentangmu bergilir
lalu-lalang di depanku
Desah suaramu masih terdengar
jelas
Tatapan tegas matamu masih
terlihat nyata
Ruang dimana kita berdua,
masih kurasakan kehadiranmu
Entahlah mengapa bisa sesulit
ini
Mataku masih bisa berair
begitu saja saat melihatmu
Aku sudah mencoba begitu
keras melawan kenangan itu, melupakannya, mengabaikannya
Setelah berhasil, mereka
kembali satu persatu
Pagi hari kamu datang, duduk
didepanku dengan earphone yang masih menggantung di telingamu, kemudian
mencampakkan jaketmu padaku. Satu harian aku selalu membawa jaketmu,
menidurinya, sampai-sampai aku menghapal jelas bagaimana aroma tubuhmu
Tiada hari yang kita lewati
tanpa saling bicara, adanya pertengkaran bodoh, kamu yang sering kali
menggodaku
Siangnya, kamu selalu keluar
kelas pergi ke kantin membeli sebungkus nasi dan membawanya ke kelas makan
bersama temanmu
Sering kali aku berteriak
'PW!' pada teman sebangkumu agar ia mau bertukar duduk denganku, kemudian aku
akan duduk disebelahmu
Sepulang sekolah, kita masih
bertemu di tempat les. Kita tidak terpisahkan
Duduk bersebelahan di barisan
paling belakang, fokusku selalu hilang karna terus kamu jahilin
Terkadang aku sampai marah
denganmu karna tak ada hentinya membuat aku menghapus catatanku, yang pada
akhirnya kamu diam, dan kehilangan mood
Pagi hingga petang kita terus
bersama-sama
Hingga malam datang, sepulang
les aku pulang bersamamu
Aku masih mengingat jelas
bagaimana cara kamu meletakkan tasmu dimotormu,
bentuk bahumu dari belakang, bagaimana cara kamu bicara di balik helm
itu, cara kamu membujukku kalau aku kesal degan ucapanmu
Aku sangat hapal jalan yang
kita lewati tiap harinya, jalan yang selalu kuharapkan menjadi lebih panjang
dan jauh
Aku ingat bagaimana kamu
memberhentikanku di simpang, kemudian kamu mengambil tasmu dan kembali
memakainnya, tatapan mata di balik kacamata itu, suara samar 'pulang ya'
Setelah kepergianmu, aku
menunggu kabarmu selama 15-20 menit. Sms yang selalu ku tunggu, yang selalu di mulai
dengan 'heeii' dan juga diakhiri dengan
'babaayy blablablaa---'
Sering juga aku merengek
memintamu bernyanyi saat aku ingin tidur. Kamu memenuhinya, aku mendengar
dengan jelas suara kantukmu bernyanyi disana dan merasakan tetes air mataku
yang selalu jatuh saat momen itu
Itu hanya segelintir dari
kegiatan yang kita lakukan
Aku berharap kamu akan
mengirimkanku sms
Berharap kamu sudi untuk
bernyanyi untukku lagi
Berharap kamu menatap mataku
seperti dulu
Berharap kamu akan membuat
hidungku seperti hidung babi dan berkata 'muka babiii'
Berharap dibelikan oreo
vanila tiap kali aku menang taruhan konyol kita
Berharap melihat bagaimana
kamu badmood, bagaimana kamu memainkan hpmu saat bosan
Aku hanya berharap, tidak
merindukan.
Tidak akan lagi aku
disebelahmu, aku di depanmu
Aku harus hidup ada atau
tidak adanya kamu
Tidak apapa, itu hanya
kenangan, tak akan terulang
Kita adalah kesalahan yang
paling fatal
Aku menyesalinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar