Sabtu, 26 Oktober 2013

Wiite Rose


Tik tok tik tok tik tok...
Suara tetes tetes air itu membuat suasana disini menjadi lebih menegangkan. Dengan adanya kau di hadapanku dengan wajah teduh tanpa mengeluarkan sepatah katapun untuk menjelaskan tujuanmu. 'Ayo, mulailah. Tubuh ini sudah tak sanggup melihatmu diam seperti ini' batinku.

'Aku mencintaimu. Kemarin, hari ini, dan juga besok. Besoknya, dan besoknya lagi. Aku tetap mencintaimu meski tembok besar memisahkan kita. Aku ingin dirimu, maukah kau menjadi pendampingku, menerima semua kekuranganku dan menutupinya dengan kesempurnaanmu?' ucapmu dengan menyodorkan setangkai mawar putih dihadapanku. Teesss.. Air mataku terjun bebas di pipiku. Dengan secepat kilat juga kau menghapus airmataku.
'Kumohon, jangan ada tangisan. Aku tak ingin kau mengeluarkan air itu dari matamu'

Aku diam membungkam dan tak berniat untuk mengeluarkan jawaban. Ku lihat mawar itu. Putih, suci, dan juga ada durinya.
'Jika cintamu bagaikan mawar ini, kau akan membuat ku terluka dengan durimu itu. Aku juga mencintaimu meski duri itu  melukaiku' ucapku dengan senyum yang mengembang di wajah ini dan mengambil mawar itu darimu.
'Aku akan membuat duri ini tumpul agar tak melukaimu'

Ya, hubungan kita seperti mawar putih. Yang suci tanpa adanya dusta, mempunyai banyak kelopak halus yang membuat kita saling melengkapi, dan juga duri yang membuat kita terluka. Tapi luka yang tercipta dari duri itu tak terlalu terasa pedih karna kau telah membuatnya tumpul. Meskipun begitu, duri memiliki satu sisi yang rucing yang kapan saja bisa melukai kita. Jika duri itu tumpul, bukan duri namanya.

Dan, jika hubungan kita seperti mawar putih, pasti akan mengalami yang namanya layu. Tetapi kata 'layu' itu tak pernah menyentuh atmosfer cinta kita. Cinta kita tak pernah pudar oleh waktu seperti mawar yang layu termakan oleh waktu. Sekarang, kita adalah bunga mawar putih yang telah ditancapkan ke dalam tanah dan terus tumbuh menjadi semakin besar dan indah pastinya. Dan akan tetap kokoh walau badai menerjang.

Hal yang paling kutakutkan selama ini  sudah ada di depanku. Terdapat seseorang yang ingin mematahkan pohon cinta kita. Dia telah memetik setangkai bunga mawar dan membawanya. Dia membawamu pergi entah kemana. Kini pohon mawarku telah rusak begitu saja. Kau merasa nyaman dengannya. Aku menunggumu kembali. Lamaaa.... Sangat lama. Dan pada akhirnya, kau layu dan ia membuangmu begitu saja layaknya sampah. Aku memperhatikanmu, kau melihatku penuh arti. Matamu seakan-akan memintanku untuk menerimamu lagi.
 'Aku mencintaimu. Aku ingin kembali denganmu. Tapi aku terlalu takut untuk menerimamu lagi' batinku. Kuberikan senyuman indah yang pernah kuberikan saat kau memulai hubungan indah kita. Dan hal itu aku ulang kembali untuk memulai hubungan indah kita lagi.

Kali ini, aku takkan mengizinkan kau membuat duri yang ada pada dirimu itu menjadi tumpul. Aku lebih memilih terluka karna durimu itu daripada harus kehilanganmu lagi karna mereka mengambilmu tanpa terluka.

--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar