Rabu, 23 April 2014

palsu

Merasa sangat bodoh ketika aku sendiri dengan imajinasiku.
Merasa sangat idiot ketika aku merasa kau mencintaiku.
Merasa menjadi orang paling bahagia ketika kau buai aku dengan mulut manismu.

Aku harus apa? Meninggalkanmu?
Akan lebih terlihat bodoh jika aku meninggalkanmu disaat aku benar-benar menyayangimu. Semua orang boleh berkata aku adalah orang terbodoh karna menunggumu yang tak kunjungku dapatkan. Bodoh karna aku memintamu untuk masuk ke dalam permainan gila ini.

Tidakkah mereka mengerti, aku sangat menyayangimu. Dari awal pertemuan itu hingga saat ini, aku telah berbohong pada semua orang jika aku tak memiliki rasa sedikitpun padamu.  Aku harus apa? Berkata jujur pada mereka bahwa aku menyayangimu? I was, tidak sekali, tapi  tetap saja, mereka memintaku untuk menghentikan semua. Memaksaku untuk membunuh rasa ini. Memohonku untuk keluar dari permainan gilamu.

Takkah mereka tahu aku mempercayaimu? Takkah mereka tahu apa itu keajaiban?
Takkah mereka bisa memberiku waktu untuk membuat kau menyayangiku?
Aku sangat percaya padamu. Kalimat penuh kasih sayang yang kau lontarkan setiap malamku, kecupan ringan yang manis kau berikan saat aku ingin memejamkan mata, bahkan sentuhan lembut itu, aku mempercayainya. Aku percaya bahwa kau menyayangiku sama seperti aku menyayangimu.

Aku juga mempercayai ketakutanku. Ketakutan tentang perasaan yang ku inginkan tak ada padamu. Ketakutan tentang jika nanti kau meninggalkanku karna bosan selalu membohongiku. Ketakutan tentang perempuan lain yang datang padamu dan kau melupakanku. Ketakutan tentang aku yang bosan untuk menunggu keajaiban itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar