Merasa sangat bodoh ketika aku sendiri dengan imajinasiku.
Merasa sangat idiot ketika aku merasa kau mencintaiku.
Merasa menjadi orang paling bahagia ketika kau buai aku dengan
mulut manismu.
Aku harus apa? Meninggalkanmu?
Akan lebih terlihat bodoh jika aku meninggalkanmu disaat aku
benar-benar menyayangimu. Semua orang boleh berkata aku adalah orang terbodoh
karna menunggumu yang tak kunjungku dapatkan. Bodoh karna aku memintamu untuk
masuk ke dalam permainan gila ini.
Tidakkah mereka mengerti, aku sangat menyayangimu. Dari awal
pertemuan itu hingga saat ini, aku telah berbohong pada semua orang jika aku
tak memiliki rasa sedikitpun padamu. Aku
harus apa? Berkata jujur pada mereka bahwa aku menyayangimu? I was, tidak
sekali, tapi tetap saja, mereka memintaku
untuk menghentikan semua. Memaksaku untuk membunuh rasa ini. Memohonku untuk
keluar dari permainan gilamu.
Takkah mereka tahu aku mempercayaimu? Takkah mereka tahu apa itu
keajaiban?
Takkah mereka bisa memberiku waktu untuk membuat kau menyayangiku?
Aku sangat percaya padamu. Kalimat penuh kasih sayang yang kau
lontarkan setiap malamku, kecupan ringan yang manis kau berikan saat aku ingin
memejamkan mata, bahkan sentuhan lembut itu, aku mempercayainya. Aku percaya
bahwa kau menyayangiku sama seperti aku menyayangimu.
Aku juga mempercayai ketakutanku. Ketakutan tentang perasaan
yang ku inginkan tak ada padamu. Ketakutan tentang jika nanti kau
meninggalkanku karna bosan selalu membohongiku. Ketakutan tentang perempuan
lain yang datang padamu dan kau melupakanku. Ketakutan tentang aku yang bosan
untuk menunggu keajaiban itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar