kita sudah cukup lama berpisah.
bukan hal yang mudah untukku melupakanmu.
meskipun aku tau, aku tak pernah ada dipikiranmu barang sedetikpun saat kita bersama dulu. namun aku tulus menyayangimu. aku terus mencoba perlahan melupakanmu. meskipun aku tau usahaku tak berhasil untuk sekarang ini.
aku gagal.
aku gagal melupakanmu,
aku gagal untuk berpura-pura tidak perduli lagi denganmu,
aku gagal untuk tetap memasang senyum dan mengeluarkan tawa palsu ini,
aku gagal untuk mengobati hati ini setelah teriris olehmu,
aku gagal untuk meneruskan hidupku tanpa bayang-bayangmu.
kau fatamorgana bagiku. terlihat dari jauh, namun ternyata kau palsu. semua hanya ilusi.
apa kabarmu? kabarku sangat memprihatinkan disini. aku tau kau berbahagia disana, tetap bisa tertawa bahagia meski kau telah menyakitiku. lalu aku harus apa? aku harus ikut berbahagia jika melihatmu bahagia? kau itu bahagia karna orang lain! apa otakku harus memaksa hati ini berbahagia juga? takkah keperihan dan kebohohonganku selama ini sudah banyak tertumpuk?aku tak bisa begitu saja berkata bahwa aku bahagia melihatmu bahagia dengan orang lain. aku tak sanggup untuk berbohong lagi, bahkan pada diriku sendiri.
aku mencoba mencari penggantimu. sudah ku dapatkan lelaki itu.tapi kau pasti tau dimana hatiku jika aku bersamanya. ragaku bersamanya, tapi hati dan pikiranku bersamamu. ikut pergi denganmu dan entah kapan akan kembali pulang. aku masih ingin bersamamu. aku ingin menunggumu hadir dari balik pintu itu dan duduk berdampingan denganku seperti dulu.
aku masih dapat merasakan getaran yang sama saat awal pertemuan kita. aku masih dapat merasakannya di saat aku menghubungimu kemarin. meski hanya percakapan ringan, getaran itu masih tetap sama seperti dahulu aku jatuh hati denganmu.
aku masih dapat merasakan keperihan yang sama kurasakan saat malam sebelum perpisahan kita. aku merasakannya kembali ketika perempuan masa lalumu yang tiba-tiba datang dan berkata bahwa dia merindukanmu, kungfu boy-ku.
air mata ini menetes lagi, air yang selama ini kuperjuangkan untuk tidak jatuh dengan sia-sia. aku tak ingin menangisimu lagi. aku tau semua akan percuma.
takkah kau lelah mengusikku tiap waktu? aku sungguh lelah dengan ini semua.
aku lelah jika aku harus ditemani oleh bayang samarmu,
aku lelah untuk berusaha bangun dari mimpi iburuk ini,
aku lelah untuk meyakinkan diriku bahwa hubungan kita baik-baik saja.
aku masih disini. masih memberikan kesempatan untuk kepulanganmu meski itu tak akan mungkin. jangan katakan aku bodoh karna telah membuang waktuku untuk menuggumu. aku sudah tau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar